Pelajaran Kehidupan Penting Dari Kecelakaan Air Asia
Di akhir tahun 2014. Rata-rata orang masih menikmati liburan Natal dan menjelang liburan pergantian tahun. Mungkin sebagian besar yang bepergian saat itupun, termasuk rata-rata penumpang pesawat naas Air Asia, sedang dalam kondisi siap merayakan liburan tahun baru. Namun, tiba-tiba semua orang pun terkejut. Beritanya pun menjadi heboh dimana-mana. Ada pesawat Air Asia yang mengalami kecelakaan!
Tepatnya, minggu, 28 Desember 2014, dilaporkan. Sebuah pesawat AirAsia QZ8501 dengan rute Surabaya menuju Singapura pada pukul 07.55 WIB, pesawat yang berpenumpang 162 orang itu hilang kontak dari menara Air Traffic Control (ATC). Pencarian pun dilakukan. Dan akhirnya, setelah berminggu-minggu berlalu, serpihan serta korbannya pun mulai ditarik ke atas permukaan laut. Saat itulah, kita betul-betul ikut mengangis dengan peristiwa tragis itu. Pesawat Air Asia QZ8501, dari sebuah maskapai penerbangan dari Malaysia yang konon katanya tidak pernah mengalami kecelakaan, ternyata justru tidak pernah berhasil sampai ke tujunnya karena berakhir di dasar laut!
Ketika menyaksikan berita demi berita yang melaporkan soal penemuan serpihan, kotak hitam serta para korban pesawat naas tersebut, sungguh akhirnya membuat saya merefleksikan soal empat pembelajaran penting yang bisa kita petik dari peristiwa naas Air sia tersebut. Apa sajakah itu?
4 Pelajaran Penting
Pertama-tama, kita betul-betul tidak pernah tahu dengan rencana Tuhan dalam hidup kita! Mungkin saja kita punya rencana besar dan hebat yang masih ingin kita wujudkan. Kita bisa saja bisa punya master plan, strategi, resolusi, keinginan serta harapan besar dalam hidup kita, tapi usia kita sungguh tetap akan menjadi misteri. Barapa lama kita diijinkan hidup di dunia ini, sunggugh kita tidak pernah tahu. Karena itulah yang bisa kita lakukan hanya berusaha melakukan yang terbaik, selama kita masih diberikan nafas oleh Tuhan. Di satu sisi kita berharap masih puya waktu untuk mewujudkan impian kita, tapi di sisi lain kita tetap waspada bahwa hal-hal yang tidak kita inginkan, bisa pula menimpa kita. Karena itulah, kejadian Air Asia kemarin membuat kita untuk tetap belajar waspada.
Kedua, dibalik kejadian kecelakaan tentunya adalah kisah soal kehilangan orang-orang yang tercinta. Media pun berlomba-lomba menayangkan kisah dan peristiswa dari para korban. Kita pun melihat, ada pihak keluarga yang telah ikhlas namun ada pula yang masih shock dan tidak bisa menerima kejadian naas itu. Banyak yang masih terus berharap selama mayat orang terkasihnya belum ditemukan, mereka masih berharap bahwa para korban ini masih hidup. Namun, lepas dari hidup atau tidaknya mereka, inipun memberikan pembelajaran penting bahwa kelak kita pun akan kehilangan orang-orang yang kita kasihi. Ada yang kehilangannya dengan kondisi yang tidak terlalu menyenangkan karna mendadak, ada ada pula yang kehilangannya sudah bisa kita antisipasi. Namun yang jelas, sebuah pelajaran penting disini. Tidak ada hubungan yang abadi. Kelak, kita pun harus mempersiapkan mental kita untuk kehilangan orang-orang yang kita kasihi. Sehingga, yang terpenting untuk dijawab adalah bagaimana sikap kita sementara orang yang kita kasihi itu masih hidup di sekitar kita?
Pelajaran ketiga, adalah soal pelajaran rendah hati dan tetap waspada. Kalau kita perhatikan di internet, di sekitar tahun 2013. Pernah ada seorang petinggi di PT Indonesia Air Asia yang mngatakan “Kami adalah maskapai penerbangan tanpa catatan kecelakaan”. Namun, kecelakaan yang menimpa Air Aisa QZ 8501 membuyarkan statistik itu. Toh kecelakaan terjadi, bahkan tergolong sangat tragis! Nah, apakah pelajarannya? Sungguh kita tidak boleh sombong dan gegabah dalam berkata-kata! Ini mirip dengan peristiwa kapal Titanic, dimana kapten kapalnya sempat membuat pernyataan bahwa ini termasuk kapal besar yang tidak bisa tenggelam. Namun, apa yang terjadi? Dalam pelayaran perdananya, kapal Titanic pun tenggelam. Begitupun, dalam hidup ini kita mesti tetap rendah hati dan juga selalu waspada!
Dan ahirnya, dibalik peristiwa naas Ais Asia, terselip cerita soal calon korban yang selamat karena tidak bisa naik ke pesawat sebab terjadi perubahan jadwal. Akibatnya, calon penumpang ini tidak bisa naik dan mereka sempat marah-marah dan jengkel. Namun, saat mereka masih marah-marah di bandara teryata tersiar berita pesawat yang batal mereka tumpangi, menghiang dari kontak. Para penumpang inipun akhirnya batal berangkat, pulang ke rumahnya, berdoa dan bersyukur bahkan mereka ternyata justru masih diberikan kesempatan hidup oleh Yang Maha Kusa. Apa pelajarannya? Sederhana. Dibalik setiap peristiwa, buruk dan baik. Tetaplah bersyukur. Bahkan dibalik peristiwa buruk sekalipun, mungkin ada rencana indah dibaliknya. Kadangkala, mata manusia kita gagal untuk melihatnya.
Semoga kejadian Asia Asia tahun lalu, memberikan kita pelajaran penting untuk memasuki tahun 2015 ini!
No comments:
Post a Comment